Sabtu, 10 Mei 2014

5 Tips menjaga kesehatan gigi anak

Pembusukan gigi sering kita temui pada anak-anak usia 6-11 tahun, dan remaja usia 12-19 tahun. Maka dari itu merawat gigi menjadi faktor yang sangat penting untuk di lakukan setiap hari. Berikut ini 5 Tips menjaga kesehatan gigi anak : 1. Mulailah merawat gigi anak sedini mungkin Untuk menjaga kesehatan gigi anak, sebaiknya mulailah memeriksakan kesehatan gigi anak sejak usia 1 tahun. 2. Ajarkan kebiasaan menyikat gigi Mulailah menyikat gigi anak anda bahkan sejak pertama gigi nya mulai tumbuh,sikatlah gigi anak anda dengan sikat gigi bayi yang lembut dan gunakanlah pasta gigi yang mengandung flouride. Lakukan hal tersebut 2 kali sehari. Waktu menyikat gigi yang paling penting adalah ketika malam hari sebelum tidur. Kemudian jangan berikan makanan atau minuman apapun pada anak selain air putih setelah menyikat gigi. Hal ini dapat membantu tetap bersih dan memulai proses mineralisasi selama tidur melalui berbagai mineral di air liur. Tips Menjaga Kesehatan anak 3. Hindari makanan atau minuman manis sebelum tidur Jangan berikan anak anda susu atau jus buah sebelum tidur siang karena hal ini dapat menempel pada gigi anak, yang merupakan sumber makanan bagi bakteri yang hidup dalam mulut. Ini yang dapat membahayakan dan memicu terjadinya pembusukan pada gigi anak. Pembusukan gigi atau gangguan kesehatan gigi pada anak jika tidak segera di tangani maka akan mempengaruhi tumbuh kembang anak. Jika anak anda tidak dapat tidur tanpa meminum sesuatu maka cobalah berikan air putih. 4. Jangan menggunakan “dot” terlalu lama Penggunaan dot yang terlalu lama akan membahayakan kesehatan gigi anak, menyedotnya terlalu kuat juga dapat mempengaruhi susunan gigi atas dan bawah anak. Bahkan dapat mempengaruhi bentuk mulut anak. Gunakanlah dot pada masi bayi dan hentikan penggunaannya ketika anak anda sudah berusia 2 tahun. Jika anak anda masih mempunyai kebiasaan mengendot ketika sudah berusia 3 tahun maka segeralah hubungi dokter. 5. Bersikaplah Tegas Walaupun mungkin banyak sekali tantangan yang harus anda hadapi ketika mengajarkan anak untuk menyikat gigi, anak sering rewel dll, anda harus tetap membiasakan kebiasaan menyikat gigi ini demi untuk menjaga kesehatan gigi anak anda. - See more at: http://kesehatangizianak.com/5-tips-menjaga-kesehatan-gigi-anak/#sthash.22TknL41.dpuf

Inilah Beberapa penyebab balita tidak mau mengunyah makanan

Seperti yang kita ketahui tidak sedikit anak yang mengalami masalah dalam mengunyah makanan. Hal seperti ini untuk jangka panjang mungkin akan mengakibatkan masalah yang besar seperi kekurangan gizi pada anak. Maka dari itu makanan balita juga sangat penting untuk di perhatikan agar anak mau mengunyah makanannya. Sebagai orang tua tentunya kita paham tentang kondisi anak, apakah anak malas mengunyah atau tidak bisa mengunyah. Umumnya anak usia 1 tahun keatas sudah bisa di perkenalkan dengan makanan keluarga. Sudah pasti balita akan mulai berkenalan dengan makanan yang lembut dan bervariasi. Pada usia ini umumnya anak sudah mempunyai keterampilan untuk mengunyah. Apabila balita kita masih malas mengunyah karena hal tertentu, bisa jadi karena beberapa hal berikut ini : - Terlalu asyik dengan mainan atau aktivitasnya Orang tua bisa mencoba memeberikan makanan untuk balita sambil tidak dibarengi dengan aktivitas favoritnya dan perhatikan apakah ada perubahannya dalam mengunyah makanannya atau tidak. - Protes karena kenyang atau bosen dengan makanannya Jika karena faktor ini orang tua bisa mengatur waktu makan dan porsi yang tepat untuk di sajikan bagi balitanya. Ketika anak sudah terlihat bosan, anda bisa berhenti dahulu sejenak kemudia nanti anda lanjutkan. makan balita - Trauma karena “dipaksa” makan Mungkin anda jangan terlalu memakasakan ketika anak sudah tidak mau makan. Anda bisa ciptakan suasana “waktu makan adalah waktu yang menyenangkan”. - Belum pernah praktek langsung tentang cara mengunyah Apabila orang tua belum pernah memperlihatkan secara langsung cara mengunyah, maka inilah saatnya orang tua makan bersama anak. Ajarkan cara mengunyah yang baik dan perlihatkan mimik wajah yang menarik agar balita tertarik merasakan sensasi yang sama. Pahami “bahasa” balita anda dalam hal ini adalah kemauannya untuk mengunyah. Balita akan sangat cepat dalam belajar dan amat pandai dalam meniru, maka dari itu ajarkan balita anda hal – hal yang baik, seperti bagaimana cara mengunyah makanan yang baik dan benar. - See more at: http://kesehatangizianak.com/inilah-beberapa-penyebab-balita-tidak-mau-mengunyah-makanan/#sthash.MdOBiA9D.dpuf

Beberapa Jenis Gangguan Perkembangan Pada Anak

Seorang anak yang berada dalam masa pertumbuhan secara tidak langsung akan mengalami beberapa gangguan yang menghambat perkembangannya, karena kecepatan pertumbuhan dan perkembangan setiap anak dapat berbeda. Akan tetapi ada patokan khusus yang dijadikan standar dalam perkembangan anak. Maka dari itu kita sebagai orang tua diharuskan agar lebih peka terhadap berbagai gangguan yang dialami oleh anak, misalnya dengan cara menstimulasi (meningkatkan respon anak). Ada beberapa gangguan perkembangan anak diantaranya sebagai berikut: Gangguan terlambat dalam berbicara Kemampuan berbicara seorang anak sangatlah sensitif terhadap kerusakan pada sistem lainnya karena gangguan keterlambatan dalam berbicara dapat melibatkan kemampuan kognitif, motorik, emosi dan psikologis. Gangguan berbicara ini dapat menetap karena kurangnya stimulasi/meningkatkan respon anak. Gangguan dalam kebiasaan-kebiasaan anak Gangguan jenis ini biasaanya dilakukan seorang anak ketika mengalami stres. Sebagai contohnya misalnya kebiasaan seorang anak menggigit kuku, memukul dirinya sendiri, menggoyangkan tubuhnya, mengisap ibu jari mereka, bahkan sampai membenturkan kepala mereka sendiri. gangguan perkembangan anak Gangguan emosi Gangguan emosi ini berhubungan dengan perasaan seorang anak. Contoh gangguan emosi pada anak misalnya anak mulai keras kepala, anak mudah sekali marah-marah, sulit sekali untuk diatur, dan anak seringkali berteriak-teriak sesuai kehendak mereka. Gangguan ketika tidur Ketika malam menjelang maka ada beberapa gangguan yang sering dialami seorang anak, diantaranya gangguan ketika anak sedang tidur. Gangguan-gangguan seperti ini mungkin sering dialami oleh anak-anak lain seperti sering mengigau, ketika tidur anak sering sekali membolak-balikkan badannya, tiba-tiba duduk lalu tertidur kembali, tertawa, berteriak, mimpi buruk, bahkan beradu gigi ketika anak tertidur. Gangguan berbadan pendek Gangguan ini berhubungan dengan tinggi badan seorang anak. Gangguan berbadan pendek terjadi disebabkan karena gangguan gizi, kelainan pada kromosom, atau karena kelainan endoktrin. Gangguan pada kecemasan Gangguan kecemasan atau ketakutan normal terjadi ketika anak berada dalam masa perkembangan, akan tetapi apabila berkelanjutan dalam jangka waktu yang lama, maka memungkinkan dapat melumpuhkan kondisi sosial anak tersebut. Gangguan pada kecemasaan ini dapat dikelola dengan cara mengobati kejiwaan anak misalnya terapi keluarga. - See more at: http://kesehatangizianak.com/beberapa-jenis-gangguan-perkembangan-pada-anak/#sthash.IEVR7h4O.dpuf

Kamis, 01 Mei 2014

Fase-Fase Perkembangan Anak Usia Dini

Anak usia 0-2 tahun Secara umum pada masa bayi anak usia 0-2 tahun, seorang anak mengalami perubahan yang pesat bila dibandingkan dengan yang akan dialami pada fase-fase berikutnya. Pada fase ini anak sudah memiliki kemampuan dan keterampilan dasar, di antaranya : keterampilan lokomotor (berguling), merangkak, duduk, berdiri, & berjalan), penginderaan (mencium ,melihat, mendengar dan merasakan sentuhan), keterampilan memegang benda ,maupun kemampuan untuk mereaksi secara emosional dan sosial terhadap orang-orang sekelilingnya. Fase perkembangan anak usia dini ini terjadi pada anak usia 0-6 tahun atau sampai anak mengikuti pendidikan pada jenjang pendidikan anak usia dini atau prasekolah. Di masa ini terjadi pertumbuhan fisik dan psikis yang sangat pesat. Ada gerakan-gerakan yang mengkomunikasikan suasana emosinya, seperti cemas, marah, tidak setuju dan lain-lain. Anak usia 2-3 tahun Pada fase ini anak sudah memiliki kemampuan untuk berjalan dan berlari. Dan juga anak mulai senang memanjat, meloncat, serta menaiki sesuatu dan lain sebagainya. Solehuddin (1997: 38) berpendapat bahwa pada anak usia 2-3 tahun lazimnya sangat aktif mengeksplorasi benda-benda di sekitarnya. Seorang anak memiliki kekuatan observasi yang tajam. Kemudian anak juga menyerap dan membuat perbendaharaan bahasa baru bagi mereka, mulai belajar tentang jumlah (berhitung), membedakan antara konsep satu dengan banyak dan senang mendengarkan cerita-cerita sederhana, kesemuanya itu diwujudkan anak dalam aktivitas bermain maupun komunikasi dengan orang lain di sekitarnya. Kemampuan anak menguasi beberapa patah kata juga mulai berkembang. Antara lain, Anak mulai senang dengan percakapan walaupun dalam bentuk dan kalimat yang sederhana. Di sisi lain, sikap egosentrik anak sangat menonjol. Seorang anak belum bisa memahami persoalan-persoalan yang dihadapinya dari sudut pemikiran orang lain dan anak cenderung melakukan sesuatu menurut kemauannya sendiri tanpa memperdulikan kemauan dan kepentingan orang lain. Contohnya, anak sering merebut mainan dari orang lain jika anak menginginkannya. Fase perkembangan anak usia dini Anak usia 3-4 tahun Pada umunya, anak pada fase ini masih mengalami peningkatan dalam berperilaku sosial, motorik, berfikir fantasi maupun kemampuan mengatasi frustasi. Pada kemampuan motorik, anak sudah menguasai semua jenis gerakan-gerakan tangan. seperti memegang benda atau boneka. Tetapi sifat egosentriknya masih melekat, Tingkat frustasi anak juga cenderung menurun. Ini disebabkan adanya peningkatan kemampuan dalam mengatasi kesulitan-kesulitan yang dialaminya secara lebih aktif atau sudah ada sifat kemandirian anak. Di usia ini anak memiliki kehidupan fantasi yang kaya dan menuntut lebih banyak kemandirian, dengan kehidupan fantasi yang dimilikinya, anak akan memperlihatkan kesiapannya untuk mendengarkan cerita-cerita secara lebih lama, atau bahkan anak juga sudah dapat mengingatnya satu per satu. Selanjutnya dengan sifat kemandirian yang dimilikinya mulai membuat anak tidak mau banyak diatur dalam kegiatan-kegiatannya, Pada aspek kognitif anak juga sudah mulai mengenal konsep warna, jumlah, ukuran dan lain-lain. Anak usia 4-6 tahun Ciri yang menonjol anak pada usia ini adalah anak mempunyai sifat berpetualang (adventuroussness). Anak seringkali memperhatikan membicarakan atau bertanya tentang apa yang ia lihat atau didengarnya. Memang ninatnya yang kuat untuk mengobservasi lingkungan benda-benda di sekitarnya membuat anak senang bepergian sendiri untuk mengadakan eksplorasi terhadap lingkugan disekitarnya. Pada perkembangan motorik, seorang anak masih perlu aktif melakukan berbagai aktivitas. Seiring dengan perkembangan fisiknya, anak makin berminat terhadap teman sebayanya. Salah satu tandanya anak sudah menunjukkan hubungan dan kemampuan bekerjasama dengan teman lain terutama yang memiliki kesenangan dan aktivitas yang sama. Untuk kemampuan lain yang ditunjukkan anak adalah anak sudah mampu memahami pembicaraan dan pandangan orang lain yang disebabkan semakin meningkatnya keterampilan berkomunikasi. Berdasarkan tahap perkembangan yang sudah di paparkan, dapat disimpulkan bahwa anak usia dini merupakan masa yang kritis dalam sejarah perkembangan manusia. Ini terjadi pada anak usia 0-6 tahun atau sampai anak mengikuti pendidikan pada jenjang pendidikan anak usia dini. Pada masa ini terjadi pertumbuhan fisik dan psikis yang sangat pesat. - See more at: http://kesehatangizianak.com/fase-fase-perkembangan-anak-usia-dini/#sthash.diylg5u6.dpuf

Teori perkembangan anak usia dini

Kali ini kita akan menyimak penjelasan singkat tentang teori perkembangan anak usia dini atau tahapan-tahapan perkembangan yang dilalui oleh anak pada masa usia dini. Usia dini merupakan usia pada tahap perkembangan preoprational thinking (sekitar usia dua sampai tujuh tahun), pendapat itu di sampaikan oleh Jean Peaget (1986) dalam buku “The Theories Of Learning”. Pada tahap pertama (1), anak sudah mulai dapat membentuk konsep-konsep sederhana. di usia itu (2-4th), anak mengklasifikasikan berbagai macam benda tertentu berdasarkan kemiripannya dan dengan tingkat kesalahan yang relatif tinggi. Contohnya menyebut semua lelaki adalah “ayah” (Hergenhahn & Olson, 2008:318). Pada tahap kedua (2)(usia 4 – 7th) anak mulai mampu memecahkan masalah-masalah secara intuitif, namun masih terlepas dari kaedah-kaedah logika. Contohnya; anak akan selalu menganggap genangan air yang lebih tinggi memiliki volume/isi yang lebih banyak tanpa mempertimbangkan luas lahannya. Bukan hanya itu saja, secara naturalistik anak juga mengalami perkembangan moral. Menurut Piaget dalam Hurlock (1991) membagi perkembangan moral menjadi dua tahapan, tahapan (1) moralitas pembatasan, kemudian (2) moralitas oleh kerjasama. Untuk perkembangan moral pada anak usia dini terletak pada tahapan pertama. anak hanya memandang peraturan sebagai bahan yang kaku dan belum bisa menilai makna aturan secara luas. Banyak anak memandang peraturan sebagai sesuatu hal yang abstrak tetapi menuntut. Itu sebabnya, sebuah peraturan dianggap sebagai konsekwensi atas apa yang Ia perbuat. Kohlberg dalam Faridah (2006) memandang perkembangan moral melalui 3 tahapan, sebagai berikut : moralitas prakonvensional moralitas konvensional pascakonvensional Pada anak usia dini perkembangan moral masih dalam lingkup prakonvensional (4-9 tahun) dengan ciri anak hanya tunduk pada aturan dari luar. Artinya, anak belum mampu memandang sebuah aturan berdasarkan nilai-nilai dan manfaat yang terkandung di dalamnya. teori perkembangan anak usia dini Pada tahap awal, tingkah laku anak cenderung dikendalikan oleh akibat fisik dari apa yang diperbuatnya. Mereka lebih memandang aturan sebagai larangan yang berdampak pada hukuman. Contohnya, anak tidak akan melawan orangtuanya sebab Ia takut akan dipukul (hukuman). Tahap selanjutnya, tingkah laku moral anak akan berubah dan dikendalikan oleh motivasi atau penghargaan yang akan diterima. Mereka sudah memandang aturan sebagai bentuk motivasi yang mengandung kemanfaatan. Contohnya, anak mau membantu orangtuanya sebab Ia ingin dipuji atau dibelikan hadiah. Teori perkembangan moral tersebut adalah hanya sebuah ungkapan yang bersifat eksperimental. Sebagai bentuk kecenderungan pada aspek mana yang dipilih (positif atau negatif) berada diluar garis-garis standar perkembangan anak. Oleh sebab itu kandungan moral selalu berkaitan dengan nilai-nilai yang mereka anut. Yang bisa diartikan ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat - See more at: http://kesehatangizianak.com/teori-perkembangan-anak-usia-dini/#sthash.VajDMxIC.dpuf

Senin, 28 April 2014

Pengaruh Televisi terhadap Perkembangan Anak

Pada masa kini pengaruh televisi terhadap perkembangan anak sangatlah besar. Untuk orang dewasa, apa yang ditampilkan oleh televisi itu bukanlah sebuah masalah besar karena mereka sudah mampu memilih mana yang baik dan mana yang tidak baik apa yang ditayangkan di layar televisi. Tetapi bagaimana dengan anak-anak? segala kepolosan yang dimilikinya belum tentu mereka mampu menginterpretasikan apa yang mereka saksikan di layar televisi dengan tepat dan benar. Sebagai orang tentunya hal ini sudah menjadi tanggung jawab untuk selalu mendampingi anak-anak dalam menonton televisi, tujuannya untuk memberikan pengertian dan penjelasan atas apa yang tidak dimengerti oleh anak-anak dan memberikan penjelasan kenapa suatu tindak kekerasan bisa terjadi serta apa akibat dari semua itu. Orang tua juga harus jeli dalam melihat program-program acara televisi yang ditonton oleh anak. Cocok dengan usianya atau tidak? bersifat mendidik atau justru malah merusak moral si anak? sebagai orang tua mungkin tidak akan kesulitan untuk langsung melarang seorang anak untuk menonton film-film dewasa yang mengandung unsur seks dan kekerasan secara vulgar, di karenakan dengan memandang sepintas saja sudah jelas diketahui bahwa acara tersebut tidak cocok untuk anak. Namun pernahkah orangtua mengamati film-film kartun yang kelihatannya memang sudah layak menjadi konsumsi anak-anak? Lalu pernahkah orang tua peduli bahwa berbagai tayangan film kartun Jepang yang mempertontonkan heroisme, contohnya seperti film seri Kenji dan sebagainya telah menyebabkan seorang anak menjadi seorang yang agresif? Kemudian juga dengan tayangan film-film kartun yang penuh romantisme seperti Sailor Moon? bagaimana pula dengan film-film yang lain? ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa tingkat pornografi pada film kartun anak-anak itu cukup tinggi, diantara film-film kartun anak di Asia, untuk film kartun produksi Jepang menempati posisi paling tinggi dalam penayangan unsur pornografi. contohnya, Film Seri Crayon Sinchan yang sekarang begitu di gemari di negara kita (indonesia), ternyata di Jepang sendiri film tersebut tidak diperuntukkan untuk konsumsi anak-anak melainkan untuk konsumsi orang dewasa yang ingin kembali ke masa kanak-kanak. Sebagai akibatnya saat ini muncul perdebatan yang cukup seru dalam membahas masalah film seri Crayon Sinchan ini. Ada sebuah tulisan di Jawa Pos yang mengetengahkan keprihatinan terhadap film tersebut mengatakan bahwa sosok Sinchan itu tidak cocok untuk menjadi teladan bagi anak-anak. Tokoh Sinchan sering bertindak kurang ajar dan kekurang ajarannya itu sering mengarah ke masalah seks. Contohnya Sinchan sering bermimpi tentang perempuan-perempuan dengan bikini dan ia pun senang sekali menyingkapkan rok ibunya. Pengaruh Televisi terhadap perkembangan anak Dikatakan oleh Joseph T. Klapper bahwa media bukanlah penyebab perubahan satu-satunya melainkan ada faktor-faktor lain yang menengahi (mediating factors). tetapi bagaimanapun juga, apabila mengacu pada teori efek media maka terdapat teori Belajar dimana seseorang itu belajar melakukan sesuatu dari media. anak bisa dengan fasihnya menirukan ucapan atau lagu-lagu yang di dengarnya di TV. Mereka juga dengan segala kepolosan dan keluguannya sering pula menirukan segala gerak dan tingkah laku tokoh idolanya di TV. Dengan demikian tidaklah mustahil jika anak-anak pun akan menirukan kenakalan Sinchan dengan segala kekurang ajarannya. Dan ini menjadi langkah pembenar setiap anak-anak berbuat sesuatu yang bisa jadi melanggar norma umum yang ada di tengah masyarakat. Bagaimanapun juga kehadiran televisi merupakan sebuah kebutuhan, bukan sekadar sebagai sarana untuk memudahkan kita mengakses setiap informasi tapi juga berperan sebagai sarana penghibur yang mudah untuk kita dapatkan. Namun, tetap saja efek negatif selalu ada dan ini perlu untuk diantisipasi secara serius. - See more at: http://kesehatangizianak.com/pengaruh-televisi-terhadap-perkembangan-anak/#sthash.Pk6dFtEv.dpuf

Perkembangan anak usia 1 tahun (Part II)

Memerhatikan perkembangan anak usia 1 tahun merupakan hal yang wajib dilakukan semua orang tua. Pada fase ini anak mulai menunjukan adanya indikasi untuk berinteraksi. itu dilakukan oleh sang anak guna mendapatkan perhatian. Tetapi, hal yang harus diperhatikan tidak boleh hanya perkembangan fisik sang bayi saja, melainkan perkembangan mentalnya juga. Untuk tumbuh kembang fisik sang buah hati dapat maksimal, oleh karena itu berilah asupan gizi yang diperlukan di usia mereka. Vitamin dan mineral adalah asupan yang mereka butuhkan di usia ini. Dua nutrisi penting tersebut harus terpenuhi agar bisa membuat mereka beraktivitas dengan performa yang baik. Sepenuh Hati Jika ibu ingin merawat bayi dengan baik pada usianya yang sudah menginjak 1 tahun, seorang ibu juga harus memperhatikan perkembangan mentalnya. Pada usia ini, bayi mungkin akan sering membuntuti Ibunya. Ini merupakan hal yang wajar dilakukan karena terkadang anak digendong atau dirawat hanya oleh ibunya. Sebagian orang menganggap bahwa bayi yang melakukan hal ini disebut sebagai bayi yang suka menempel atau mengekor pada ibunya. Seorang ibu bisa memanfaatkan waktu luang untuk bermain dengan mereka di periode ini. Yang harus di pastikan ibu memberikan kasih sayangnya secara menyeluruh. Banyak orang tua yang membagi kasih sayangnya pada anaknya dengan hal yang berbeda, misalnya lebih mementingkan pekerjaannya dan juga hal-hal lainnya. Akibatnya tumbuh kembang mental anak akan menjadi tidak tertata dengan baik. Hasilnya, jika sudah menginjak usia lebih dari 1 tahun, buah hati akan menjadi rewel dan susah untuk diatur. Lalu mengapa hal ini bisa terjadi? ini dikarenakan metode yang dilakukan orang tua pada saat merawat bayinya di usia 1 tahun ternyata salah. Mereka tidak merawat anaknya dengan sepenuh hati sehingga sang anak pun menjadi manja dan haus akan kasih sayang saat sang buah hati sudah beranjak besar. Jangan sampai Ibu merasa bersalah di kemudian hari. perkembangan anak usia 1 tahun Jalin Hubungan Emosional Memberikan cerita-cerita yang menarik pada sang buah hati atau melantunkan lagu-lagu yang indah untuk bayi pada saat dia hendak tidur akan membuat hubungan emosional bayi dan ibu menjadi lebih erat. Di usia ini juga bayi akan mulai untuk melakukan interaksi dengan berbicara. Namun tentunya ucapan yang mereka lantunkan tidaklah begitu jelas, tetapi ibu maksimalkan dengan mengajarkan cara mengucap dengan baik dan benar pada sang anak. - See more at: http://kesehatangizianak.com/perkembangan-anak-usia-1-tahun-part-ii/#sthash.2v6PWEAp.dpuf

Mengenal manfaat dan tujuan program kesehatan ibu dan anak

Program kesehatan ibu dan anak yang sering disebut sebagai program KIA, adalah suatu program untuk mengupayakan sebuah layanan kesehatan yang di tujukan untuk ibu dan anak, khususnya dalam menjaga dan memelihara kesehatan ibu hamil, bersalin dan menyusui serta kesehatan bayi dan anak prasekolah. Pada prinsipnya pengelolaan Program KIA adalah meningkatan jangkauan serta mutu pelayanan KIA secara efektif & efisien. Pelayanan KIA diutamakan pada kegiatan pokok Peningkatan pelayanan antenatal di semua fasilitas pelayanan dengan mutu yang baik serta jangkauan yang setinggi-tingginya. Selain itu program ini juga meningkatan pertolongan persalinan yang lebih ditujukan kepada peningkatan pertolongan oleh tenaga professional secara berangsur. Kemudian meningkatan deteksi dini resiko tinggi ibu hamil baik oleh tenaga kesehatan maupun di masyarakat oleh kader dan dukun bayi serta penanganan dan pengamatannya secara terus menerus. yang terakhir meningkatan pelayanan neonatal (bayi berumur kurang dari 1bulan) dengan mutu yang baik dan jangkauan yang setinggi tingginya. Tujuan dari pelaksanaan program kesehatan ibu dan anak ini adalah untuk mencapai kehidupan masyarakat yang sehat melalui peningkatan kualitas kesehatan keluarga, khususnya untuk ibu dan anak dalam rangka mencapai Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera atau yang biasa kita sebut NKKBS. tujuan lain dari program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) adalah untuk meningkatkan kemandirian keluarga dalam memelihara kesehatan ibu dan anak. Dalam sebuah keluarga, ibu dan anak merupakan suatu kelompok yang paling rentan dan peka terhadap berbagai masalah kesehatan, contohnya seperti: kejadian kesakitan dan gangguan gizi , yang seringkali berakhir dengan kecacatan atau kematian. program kesehatan ibu dan anak Berikut manfaat dan tujuan dilaksanakannya program kesehatan ibu dan anak : Meningkatkan pengetahuan serta kemampuan ibu dalam menjaga dan mengatasi masalah kesehatan diri dan keluarganya dengan menggunakan teknologi yang tepat Meningkatkan pengetahuan serta kemampuan Ibu dalam membina balita dan anak prasekolah dalam lingkungan keluarga, mencakup pembinaan, kesehatan ,pertumbuhan dan gizi. Meningkatakan jangkauan dan kualitas mutu pelayanan kesehatan bagi bayi, anak balita dan prasekolah, ibu hamil, bersalin, nifas, dan menyusui. Terjadi peningkatan kemampuan dan peran serta masyarakat , keluarga dan seluruh anggotanya dalam mengatasi berbagai masalah berkenaan dengan kesehatan ibu, anak dan prasekolah. Demikian beberapa manfaat dan tujuan program kesehatan ibu dan anak, semoga bermanfaat. Terima kasih. - See more at: http://kesehatangizianak.com/mengenal-manfaat-dan-tujuan-program-kesehatan-ibu-dan-anak/#sthash.lE21Aec0.dpuf

Sabtu, 26 April 2014

Ciri bayi sehat dan cerdas

Mempunyai seorang bayi yang sehat dan cerdas merupakan impian setiap orang tua. Seorang bayi yang memiliki kesehatan yang baik dan memiliki kelebihan berupa kecerdasan akan memberi kebahagiaan kepada orang tua yang telah merawat mereka sejak mereka terlahir ke dunia ini. Semua orang tua akan senantiasa ingin tahu mengenai perubahan bayi terutama pada kesehatan bayi yang lebih sering berubah-ubah pada waktu yang tidak terduga. Para orang tua harus selalu waspada karena kekebalan badan yang belum stabil dapat membuat bayi rawan untuk diserang penyakit, terutama masalah demam dan flu. Meskipun penyakit itu bukan penyakit yang dibilang serius, akan tetapi bagi seorang bayi itu merupakan penyakit yang sedikit serius dan dapat membuat mereka menjadi stres. Pada umumnya apabila seorang bayi sudah mulai stres dengan kondisinya maka mereka akan mudah menangis dan menjadi sangat rewel. Oleh sebab itu, agar bayi tidak mengalami hal seperti itu maka orang tua harus mengetahui bila bayi mereka sedang sakit atau tidak, sehingga dapat diambil tindakan yang benar bila bayi anda sedang sakit. Ada beberapa ciri-ciri bayi yang sehat dan cerdas yang harus anda ketahui. 1. Bayi sehat memiliki ciri-ciri : Bayi akan selalu ceria Bayi akan terlihat semangat Bayi tidak sering menangis Bayi sering tersenyum Apabila bayi poop, maka poopnya tidak berbau menyengat Pencernaan bayi lancar Ketika buang air kecil, maka buang air kecilnya normal Suhu tubuh bayi stabil bayi cerdas 2. Bayi cerdas memiliki ciri-ciri : Bayi akan mulai manja dengan sang ibu Bayi akan memakai isyarat seperti menangis apabila sedang menginginkan sesuatu Bayi akan mulai belajar berbicara Bayi akan mulai menangis bila dekat dengan orang yang tidak disukainya Akan mulai mengikuti bicara saat melihat orang tuanya berbicara Itulah beberapa ciri-ciri bayi yang sehat dan cerdas, supaya anak anda menjadi sehat dan cerdas, maka anda harus memenuhi keperluan bayi anda seperi memberikan ASI eksklusif karena ASI memiliki kandungan nutrisi yang diperlukan oleh bayi anda. - See more at: http://kesehatangizianak.com/ciri-bayi-sehat-dan-cerdas/#sthash.1RUZJQVH.dpuf

Tugas perkembangan anak

Tugas perkembangan merupakan beberapa rangkaian tugas yang harus dilaksanakan oleh setiap individu karena setiap individu pasti akan mengalami suatu perkembangan. Perkembangan tersebut dapat berupa perkembangan yang cepat maupun perkembangan yang lambat, maka secara tidak langsung tugas tersebut dapat menunjukkan individu tersebut dapat berkembang atau tidak. Tugas perkembangan berasal dari beberapa jenis sumber diantaranya dari pertumbuhan fisik, kematangan kepribadian dan tuntutan masyarakat. Tugas perkembangan anak terdiri dari beberapa tahapan diantaranya sebagai berikut: 1. Pada masa bayi dan anak-anak awal tugas pekembangannya sebagai berikut: o Anak belajar berjalan o Anak belajar makan makanan padat. o Anak belajar berbicara o Anak belajar mengenal perbedaan jenis kelamin. o Anak belajar mengenai hubungan emosional dengan orang tua dan semua orang yang ada dilingkungan sekitar 2. Pada anak sekolah maka tugas perkembangannya sebagai berikut: o Anak belajar mendapat keterampilan fisik untuk melakukan permainan. o Anak belajar membentuk sikap yang sehat terhadap dirinya sendiri sebagai makhluk yang biologis o Anak mulai belajar bergaul dengan teman sebaya. o Anak belajar memainkan peranan sesuai dengan jenis kelamin mereka o Anak belajar keterampilan dasar dalam membaca, menulis dan berhitung. o Anak belajar mengembangkan konsep-konsep sehari-hari o Anak belajar memperoleh kebebasan yang bersifat pribadi bagi mereka. o Anak mengembangkan sikap yang positif terhadap kelompok sosial. Tugas Perkembangan anak1 3. Pada masa remaja maka tugas perkembangan anak adalah sebagai berikut: o Anak dapat mencapai hubungan yang lebih matang dengan teman sebaya. o Anak dapat mencapai peran sosial sebagai pria dan wanita. o Anak mulai dapat menerima keadaan fisik dan menggunakannya secara efektif. o Anak mulai mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya. o Anak mulai dapat mencapai jaminan kemandirian ekonomi. o Anak mulai dapat memilih dan mempersiapkan karier. o Anak mulai dapat mempersiapkan pernikahan dan hidup berkeluarga. o Anak mulai dapat mengembangkan keterampilan intelektual dan konsep-konsep yang diperlukan bagi warga negara. o Anak sudah dapat mencapai perilaku yang bertanggung jawab secara sosial. o Anak memperoleh seperangkat nilai sistem etika sebagai petunjuk atau pembimbing dalam berperilaku. 4. Pada masa dewasa awal maka tugas perkembangannya sebagai berikut: o Sudah dapat memulai untuk memilih pasangan sendiri sesuai dengan keinginannya. o Sudah mulai belajar hidup dengan pasangan. o Sudah dapat memulai hidup dengan pasangan. o Mulai dapat memelihara anak atau keturunannya. o Sudah dapat memulai mengelola rumah tangga. o Dapat mengambil tanggung jawab sebagai warga negara. - See more at: http://kesehatangizianak.com/tugas-perkembangan-anak/#sthash.kl1XQYbf.dpuf

Beberapa Karakteristik Perkembangan pada Anak Usia Dini

anak usia dini Seorang anak yang berusia sekitar 0 sampai 8 tahun merupakan individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Anak pada usia dini dapat dikatakan sebagai usia emas (golden age) karena pada usia ini sangat berharga dibanding usia-usia yang selanjutnya. Pada usia tersebut merupakan fase kehidupan yang sangat unik. Karakteristik perkembangan anak usia dini berdasarkan usia diantaranya sebagai berikut: 1. Anak usia 0 sampai 1 tahun Ada beberapa karakteristik anak pada masa bayi diantaranya misalnya anak dapat mempelajari beberapa keterampilan motorik (berguling, merangkak, duduk, berdiri, berjalan) , anak dapat mempelajari keterampilan menggunakan panca indera (melihat, mengamati, meraba, mendengar, mencium, mengecap) , dan anak dapat mempelajari kemampuan sosial. 2. Anak usia 2 sampai 3 tahun ada beberapa karakteristik khusus yang dimiliki oleh anak pada usia ini diantaranya misalnya : Anak akan sangat aktif mengeksplorasi benda yang ada di lingkungan sekitarnya. Anak pada usia ini memiliki kekuatan observasi yang sangat tajam dan mempunyai keinginan belajar yang luar biasa. Anak akan mulai mengembangkan kemampuan berbahasa. Pada awalnya anak akan mulai berceloteh, tetapi belum jelas maknanya. Mereka akan terus belajar dan berkomunikasi, memahami pembicaraan orang lain kemudian anak dapat mengungkapkan isi hati dan pikiran mereka. Anak akan mulai belajar mengembangkan emosi. Dalam perkembangan emosi anak akan didasarkan pada bagaimana lingkungan memperlakukan dia, karena emosi tidak ditemukan oleh bawaan akan tetapi lebih banyak pada lingkungan sekitar. usia dini 3. Anak usia 4 sampai 6 tahun. Pada anak-anak usia sekitar 4-6 tahun karakteristik perkembangannya sebagai berikut: Anak akan sangat aktif untuk melakukan berbagai kegiatan Anak akan memiliki kemampuan untuk memahami pembicaraan orang lain dan dapat mengungkapkan pikirannya. Anak akan memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap lingkungannya, mislanya menanyakan segala sesuatu yang dilihatnya. Permainan anak pada usia ini masih bersifat individu (bukan permainan sosial). Walaupun kenyataannya aktifitas bermain mereka dilakukan secara bersama-sama. 4. Anak usia 7 sampai 8 tahun Ada beberapa karakteristik perkembangan anak pada usia ini misalnya: Anak cenderung untuk selalu bermain di luar rumah bergaul dengan teman sebaya. Pada usia ini anak akan mulai menyukai permainan sosial. Misalnya permainan yang melibatkan banyak orang dengan saling berinteraksi Pada usia ini perkembangan emosi anak sudah mulai terbentuk dan tampak sebagai kepribadian anak. - See more at: http://kesehatangizianak.com/beberapa-karakteristik-perkembangan-pada-anak-usia-dini/#sthash.1jIKr1Kw.dpuf

Faktor penyebab Gizi buruk pada balita

Walaupun pertumbuhan ekonomi di Indonesia dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan, tetapi kenyataan masalah gizi buruk masih menjadi perbincangan yang selalu mengintai jutaan anak di Indonesia. Gizi buruk pada balita dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor seperti berikut: Faktor yang pertama yaitu mengenai pengadaan bebrapa makanan yang kurang mencukupi pada suatu wilayah tertentu. Penyebabnya bisa dikarenakan oleh kurangnya potensi alam ataupun kesalahan ketika mendistribusikan makanan tersebut. Faktor yang kedua yaitu mengenai segi kesehatan sendiri, mislanya seseorang menderita penyakit kronis terutama masalah gangguan pada sistem metabolisme/penyerapan makanan. Menurut mantan Menteri Kesehatan yaitu Dr. Siti Fadilah mengatakan bahwa ada 3 hal yang saling berkaitan terutama dalam hal gizi buruk diantaranya mengenai kemiskinan, kesempatan kerja rendah dan pendidikan yang rendah. Maka hal tersebut mengakibatkan kurangnya ketersediaa pangan di rumah tangga dan beberapa pola asuh anak yang sering keliru. Dan berakibat pada kurangnya asupan gizi pada balita dan balita tersebut akan mudah sekali terkena berbagai macam penyakit. Ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan gizi buruk pada balita diantaranya sebagai berikut: Penyebab secara langsung misalnya makanan yang tidak seimbang untuk anak dan berbagai penyakit yang sering diderita oleh seorang anak. Seorang anak yang mendapatkan makanan yang cukup tetapi dapat terserang penyakit seperti nafsu makan berkurang, diare pada akhirnya dapat menderita gizi buruk. Penyebab secara tidak langsung Ketahanan pangan di dalam keluarga yaitu kemampuan keluarga untuk dapat memenuhi kebutuhan makan seluruh anggota keluarga. Dalam pola pengasuhan anak. Misalnya dapat berupa perilaku sang ibu ataupun pengasuhnya dalam hal merawat, memberikan kasih saying, memberikan makan ataupun dalam hal kebersihan. Pada dasarnya semua itu berhubungan dengan kesehatan ibu baik secara fisik maupun mental, pendidikan, pengetahuan, status gizi, pekerjaan, adat kebiasaan dari ibu dan pengasuhnya. Gizi_buruk_1 Dalam menangani masalah gizi buruk maka langkah-langkah yang dapat dilakukan misalnya pemberian ASI eksklusif, pemberian vitamin A, pemberian makanan tambahan, dan pemberian makanan pengganti ASI, - See more at: http://kesehatangizianak.com/faktor-penyebab-gizi-buruk-pada-balita/#sthash.v3tPxagA.dpuf

Cara mengatasi balita yang susah makan

Sebagai seorang ibu tentunya banyak sekali permasalahan yang muncul apalagi yang berhubungan dengan anak terutama masalah sulitnya anak untuk makan. Jika anak di atas usia 1 tahun maka anak sudah mulai membantah dan mempunyai selera pada rasa-rasa tertentu dan anak akan senang jika makan pada keadaan tertentu. Tetapi pada saat anak anda berusia 1 sampai 3 tahun maka anak akan belajar mengenai pola makan, sehingga anak sudah dapat aktif bergerak dan pola makannya tidak harus di suatu tempat atau pada waktu tertentu. Ketika seorang anak susah makan maka sebagian orang tua akan mengalami kerumitan tersendiri. Ada berbagai cara yang dapat diusahakan agar nutrisi dari makanan tetap dapat diserap dan anak akan tumbuh menjadi sehat. Berikut ini ada beberapa cara mengatasi balita yang susah makan yang dapat anda lakukan diantaranya: anak susah makan Luangkan sedikit waktu anda hanya untuk sekedar menyuapi buah hati, walaupun anda sedang sibuk bekerja, karena sebenarnya anak-anak sangat mengerti bila ibu atau bapaknya bekerja. Anda harus membuat suasana hatinya tenang dan nyaman. Setidaknya berikanlah kepuasan psikis kepada anak yang sesuai dengan usianya dan buatlah agar suasana hatinya menjadi senang, misalnya ajak anak makan di taman. Anda dapat memvariasikan menu makan anak. Jika anak tidak ingin makan mungkin karena mereka bosan dengan menu makanannya. Buatlah menu makan anak minimal selama sepekan untuk mempermudah mengatur variasi makannya. Anda jangan pernah mencampuradukkan makanan. Sebisa mungkin pisahkanlah nasi dengan lauk-pauknya. Kemudian hias dengan aneka warna dan bentuk. Cetak makanan dengan cetakan kue yang lucu.akan tetapi jangan beri camilan padat kalori jelang jam makan, karena hal itu dapat mengakibatkan anak tidak merasa lapar. Misalnya seperti memberi anak minuman ringan, permen, cokelat, ataupun camilan yang mengandung MSG. hal tersebut dapat mengakibatkan ketika jam makan tiba, anak sudah mulai kekenyangan. Beberapa cara diatas mungkin dapat anda coba untuk mengatasi anak yang susah makan. Karena pada dasarnya andalah yang sangat berperan penting dalam tumbuh kembangnya seorang anak - See more at: http://kesehatangizianak.com/cara-mengatasi-balita-yang-susah-makan/#sthash.iJKZvsMB.dpuf

Perkembangan otak anak

perkembangan-otak-anak Pada saat seorang anak berusia tiga sampai dengan sembilan tahun, maka otak seorang anak dapat menggunakan lebih banyak energi dibandingkan kurun waktu lain dalam hidupnya. Pada saat seperti inilah perkembangan otak anak dapat terjadi. Seorang anak yang berusia tiga tahun akan terbentuk milyaran sel yang disebut dengan neuron. Sel tersebut dapat mengirim dan menerima informasi. Dalam tugasnya lima tahun kedepan adalah mengelola neuron ini menjadi jaringan sambungan berkecepatan tinggi yang dapat mengontrol emosi., gerakan dan pikiran. Beberapa pakar mendeskripsikan bahwa otak anak seperti sebuah plastik, maksudnya otak anak sangat elastis dalam perubahan dan pengalaman itu secara fisik dapat mengarahkan atau mengubah perkembangan sambungan sel antara bagian otak yang berbeda. Sambungan sel yang paling sering digunakan seperti yang membuat seorang anak berjalan dan berbicara. Sementara itu, perubahan fisik lain yang terjadi sehingga pesan-pesan dalam otak yang dikirimkan makin cepat sampai dan lebih efisien. otak anak Saat seorang anak berusia dua sampai tiga tahun, secara tidak langsung ada suatu peningkatan aktivitas pada dua area utama otak yang dapat memproses bahasa. Hal tersebut telah terbukti dari peningkatan kosa kata anak pra sekolah yaitu mulai dari 900 kata sampai dengan 2500 kata sebelum mencapai usia lima tahun. Pada saat yang bersamaan, sambungan sel-sel saraf yang tidak digunakan maka akan mati dalam proses yang dikenal sebagai pruning. Pruning merupakan suatu prose salami dan perlu. Pada awalnya otak manusia memilki jauh lebih banyak sambungan dari yang dibutuhkan seorang anak atau orang dewasa. misalnya yang berkaitan dengan kemampuan melafalkan bunyi semua bahasa di dunia. Akan tetapi jangan beranggapan bahwa ekstra sambungan saraf berarti makin tingginya kecerdasan. Apabila sambungan saraf yang tidak terpakai dibuang maka otak pun tidak akan berfungsi dengan baik. Setiap anak akan dapat mengembangkan keunikan otaknya masing-masing. Misalnya semua jenis keterampilan seperti bermain musik ataupun olah raga ditambah dengan setiap pikiran, pengalaman dna perasaan akan dapat berinteraksi dengan genetis yang dimilki dan menciptakan jaringan otak tersendiri. - See more at: http://kesehatangizianak.com/perkembangan-otak-anak/#sthash.UqhyMSQR.dpuf

Selasa, 22 April 2014

Faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa pada anak

Komunikasi pada seorang anak atau dengan kata lain perkembangan bahasa pada anak merupakan salah satu aspek dari beberapa tahapan perkembangan anak yang seharusnya menjadi perhatian orang tua. Dalam perkembangan bahasa pada seorang dapat terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhinya, diantaranya faktor-faktor berikut: - See more at: http://kesehatangizianak.com/faktor-yang-mempengaruhi-perkembangan-bahasa-pada-anak/#sthash.rAItAeSX.dpuf

Memahami Perkembangan Bahasa Pada Anak

Beberapa aspek dari tahapan perkembangan anak yang seharusnya tidak pernah luput dari perhatian kedua orang tua yaitu salah satunya tentang komunikasi pada anak atau perkembangan bahasa anak. Bahasa merupakan suatu bentuk komunikasi dimana pikiran dan perasaan seseorang dapat disimbolisasikan agar dengan mudah dapat menyampaikan arti kepada orang lain. Maka dari itu, perkembangan bahasa pada anak dapat dimulai dari tangisan yang pertama sampai anak tersebut mampu bertutur kata. Di dalam perkembangan bahasa dapat terbagi ke dalam beberapa periode misalnya pada periode masa bayi, masa kanak – kanak awal, periode pertengahan dan akhir masa anak – anak, serta pada periode masa remaja. Ada beberapa tahapan umum dalam perkembangan bahasa pada anak diantaranya sebagai berikut: - See more at: http://kesehatangizianak.com/memahami-perkembangan-bahasa-pada-anak/#sthash.1tMNRjjN.dpuf

Sabtu, 19 April 2014

Perkembangan Emosi Anak

Di dalam kehidupan sehari-hari sering kali kita melakukan perbuatan yang disertai oleh perasaan-perasaan tertentu misalnya seperti perasaan senang maupun perasaan tidak senang. Perasaan seperti itu disebut dengan emosi. Perasaan dan emosi adalah suatu gejala emosianal yang secara kualitatif berkelanjutan tetapi tidak pernah jelas batasannya. Dalam perkembangan peserta didik suatu emosi dapat diartikan sebagai pengalaman afektif yang disertai penyesuaian dari dalam diri individu tentang keadaan mental maupun fisik dan berwujud pada tingkah laku yang terlihat. Perkembangan emosi anak merupakan fase dimana saat ketidakseimbangan dimana anak mudah terbawa ledakan-ledakan emosional sehingga sulit sekali untuk diarahkan. Menurut pendapat Hurlock perkembangan emosi pada anak ini mencolok pada usia sekitar 2,5 th sampai 3,5 th dan 5,5 th sampai 6,5 th. Ada bebrapa ciri-ciri utama reaksi emosi pada anak, diantaranya sebagai berikut: • Emosi pada anak yang sangat kuat. Seorang anak dapat bereaksi dengan intensitas yang sama, baik terhadap situasi yang kecil maupun situasi yang serius. Misalnya makin bertambahnya usia seorang anak dan semakin bertambah matangnya emosi anak maka anak tersebut akan semakin terampil dalam memilih keterlibatan emosionalnya. • Emosi pada anak sering berubah-ubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya. Biasanya emosi pada anak bersifat sementara. Misalnya peralihan yang amat cepat pada anak kecil dari yang asalnya tertawa kemudian menangis atau dari yang asalnya marah kemudian berubah menjadi tersenyum. emosi anak • Emosi anak dapat diketahui melalui gejala perilaku. Seorang anak mungkin tidak akan secara langsung memperlihatkan reaksi emosi mereka, akan tetapi mereka memperlihatkannya secara tidak langsung melalui melamun, menangis, gelisah, mengisap jempol, tingkah yang gugup, kesukaran berbicara dan lain-lain • Emosi pada anak seringkali tampak. Seorang anak dapat dengan sering memperlihatkan emosi yang meningkat dan mereka akan menjumpai bahwa ledakan emosional mereka seringkali mengakibatkan hukuman, sehingga anak dapat belajar untuk menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi yang dapat membangkitkan emosi. Anak-anak dapat mengkomunikasikan emosi melalui verbal, bahasa tubuh dan melalui gerakan-gerakan. Bahasa tubuh seorang anak perlu kita cermati karena bersifat spontan dan kadang seringkali dilakukan tanpa sadar. - See more at: http://kesehatangizianak.com/perkembangan-emosi-anak/#sthash.HeIvbdIJ.dpuf