Senin, 28 April 2014

Pengaruh Televisi terhadap Perkembangan Anak

Pada masa kini pengaruh televisi terhadap perkembangan anak sangatlah besar. Untuk orang dewasa, apa yang ditampilkan oleh televisi itu bukanlah sebuah masalah besar karena mereka sudah mampu memilih mana yang baik dan mana yang tidak baik apa yang ditayangkan di layar televisi. Tetapi bagaimana dengan anak-anak? segala kepolosan yang dimilikinya belum tentu mereka mampu menginterpretasikan apa yang mereka saksikan di layar televisi dengan tepat dan benar. Sebagai orang tentunya hal ini sudah menjadi tanggung jawab untuk selalu mendampingi anak-anak dalam menonton televisi, tujuannya untuk memberikan pengertian dan penjelasan atas apa yang tidak dimengerti oleh anak-anak dan memberikan penjelasan kenapa suatu tindak kekerasan bisa terjadi serta apa akibat dari semua itu. Orang tua juga harus jeli dalam melihat program-program acara televisi yang ditonton oleh anak. Cocok dengan usianya atau tidak? bersifat mendidik atau justru malah merusak moral si anak? sebagai orang tua mungkin tidak akan kesulitan untuk langsung melarang seorang anak untuk menonton film-film dewasa yang mengandung unsur seks dan kekerasan secara vulgar, di karenakan dengan memandang sepintas saja sudah jelas diketahui bahwa acara tersebut tidak cocok untuk anak. Namun pernahkah orangtua mengamati film-film kartun yang kelihatannya memang sudah layak menjadi konsumsi anak-anak? Lalu pernahkah orang tua peduli bahwa berbagai tayangan film kartun Jepang yang mempertontonkan heroisme, contohnya seperti film seri Kenji dan sebagainya telah menyebabkan seorang anak menjadi seorang yang agresif? Kemudian juga dengan tayangan film-film kartun yang penuh romantisme seperti Sailor Moon? bagaimana pula dengan film-film yang lain? ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa tingkat pornografi pada film kartun anak-anak itu cukup tinggi, diantara film-film kartun anak di Asia, untuk film kartun produksi Jepang menempati posisi paling tinggi dalam penayangan unsur pornografi. contohnya, Film Seri Crayon Sinchan yang sekarang begitu di gemari di negara kita (indonesia), ternyata di Jepang sendiri film tersebut tidak diperuntukkan untuk konsumsi anak-anak melainkan untuk konsumsi orang dewasa yang ingin kembali ke masa kanak-kanak. Sebagai akibatnya saat ini muncul perdebatan yang cukup seru dalam membahas masalah film seri Crayon Sinchan ini. Ada sebuah tulisan di Jawa Pos yang mengetengahkan keprihatinan terhadap film tersebut mengatakan bahwa sosok Sinchan itu tidak cocok untuk menjadi teladan bagi anak-anak. Tokoh Sinchan sering bertindak kurang ajar dan kekurang ajarannya itu sering mengarah ke masalah seks. Contohnya Sinchan sering bermimpi tentang perempuan-perempuan dengan bikini dan ia pun senang sekali menyingkapkan rok ibunya. Pengaruh Televisi terhadap perkembangan anak Dikatakan oleh Joseph T. Klapper bahwa media bukanlah penyebab perubahan satu-satunya melainkan ada faktor-faktor lain yang menengahi (mediating factors). tetapi bagaimanapun juga, apabila mengacu pada teori efek media maka terdapat teori Belajar dimana seseorang itu belajar melakukan sesuatu dari media. anak bisa dengan fasihnya menirukan ucapan atau lagu-lagu yang di dengarnya di TV. Mereka juga dengan segala kepolosan dan keluguannya sering pula menirukan segala gerak dan tingkah laku tokoh idolanya di TV. Dengan demikian tidaklah mustahil jika anak-anak pun akan menirukan kenakalan Sinchan dengan segala kekurang ajarannya. Dan ini menjadi langkah pembenar setiap anak-anak berbuat sesuatu yang bisa jadi melanggar norma umum yang ada di tengah masyarakat. Bagaimanapun juga kehadiran televisi merupakan sebuah kebutuhan, bukan sekadar sebagai sarana untuk memudahkan kita mengakses setiap informasi tapi juga berperan sebagai sarana penghibur yang mudah untuk kita dapatkan. Namun, tetap saja efek negatif selalu ada dan ini perlu untuk diantisipasi secara serius. - See more at: http://kesehatangizianak.com/pengaruh-televisi-terhadap-perkembangan-anak/#sthash.Pk6dFtEv.dpuf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar