Kamis, 01 Mei 2014

Teori perkembangan anak usia dini

Kali ini kita akan menyimak penjelasan singkat tentang teori perkembangan anak usia dini atau tahapan-tahapan perkembangan yang dilalui oleh anak pada masa usia dini. Usia dini merupakan usia pada tahap perkembangan preoprational thinking (sekitar usia dua sampai tujuh tahun), pendapat itu di sampaikan oleh Jean Peaget (1986) dalam buku “The Theories Of Learning”. Pada tahap pertama (1), anak sudah mulai dapat membentuk konsep-konsep sederhana. di usia itu (2-4th), anak mengklasifikasikan berbagai macam benda tertentu berdasarkan kemiripannya dan dengan tingkat kesalahan yang relatif tinggi. Contohnya menyebut semua lelaki adalah “ayah” (Hergenhahn & Olson, 2008:318). Pada tahap kedua (2)(usia 4 – 7th) anak mulai mampu memecahkan masalah-masalah secara intuitif, namun masih terlepas dari kaedah-kaedah logika. Contohnya; anak akan selalu menganggap genangan air yang lebih tinggi memiliki volume/isi yang lebih banyak tanpa mempertimbangkan luas lahannya. Bukan hanya itu saja, secara naturalistik anak juga mengalami perkembangan moral. Menurut Piaget dalam Hurlock (1991) membagi perkembangan moral menjadi dua tahapan, tahapan (1) moralitas pembatasan, kemudian (2) moralitas oleh kerjasama. Untuk perkembangan moral pada anak usia dini terletak pada tahapan pertama. anak hanya memandang peraturan sebagai bahan yang kaku dan belum bisa menilai makna aturan secara luas. Banyak anak memandang peraturan sebagai sesuatu hal yang abstrak tetapi menuntut. Itu sebabnya, sebuah peraturan dianggap sebagai konsekwensi atas apa yang Ia perbuat. Kohlberg dalam Faridah (2006) memandang perkembangan moral melalui 3 tahapan, sebagai berikut : moralitas prakonvensional moralitas konvensional pascakonvensional Pada anak usia dini perkembangan moral masih dalam lingkup prakonvensional (4-9 tahun) dengan ciri anak hanya tunduk pada aturan dari luar. Artinya, anak belum mampu memandang sebuah aturan berdasarkan nilai-nilai dan manfaat yang terkandung di dalamnya. teori perkembangan anak usia dini Pada tahap awal, tingkah laku anak cenderung dikendalikan oleh akibat fisik dari apa yang diperbuatnya. Mereka lebih memandang aturan sebagai larangan yang berdampak pada hukuman. Contohnya, anak tidak akan melawan orangtuanya sebab Ia takut akan dipukul (hukuman). Tahap selanjutnya, tingkah laku moral anak akan berubah dan dikendalikan oleh motivasi atau penghargaan yang akan diterima. Mereka sudah memandang aturan sebagai bentuk motivasi yang mengandung kemanfaatan. Contohnya, anak mau membantu orangtuanya sebab Ia ingin dipuji atau dibelikan hadiah. Teori perkembangan moral tersebut adalah hanya sebuah ungkapan yang bersifat eksperimental. Sebagai bentuk kecenderungan pada aspek mana yang dipilih (positif atau negatif) berada diluar garis-garis standar perkembangan anak. Oleh sebab itu kandungan moral selalu berkaitan dengan nilai-nilai yang mereka anut. Yang bisa diartikan ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat - See more at: http://kesehatangizianak.com/teori-perkembangan-anak-usia-dini/#sthash.VajDMxIC.dpuf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar