Sabtu, 19 April 2014
Perkembangan Emosi Anak
Di dalam kehidupan sehari-hari sering kali kita melakukan perbuatan yang disertai oleh perasaan-perasaan tertentu misalnya seperti perasaan senang maupun perasaan tidak senang. Perasaan seperti itu disebut dengan emosi. Perasaan dan emosi adalah suatu gejala emosianal yang secara kualitatif berkelanjutan tetapi tidak pernah jelas batasannya. Dalam perkembangan peserta didik suatu emosi dapat diartikan sebagai pengalaman afektif yang disertai penyesuaian dari dalam diri individu tentang keadaan mental maupun fisik dan berwujud pada tingkah laku yang terlihat.
Perkembangan emosi anak merupakan fase dimana saat ketidakseimbangan dimana anak mudah terbawa ledakan-ledakan emosional sehingga sulit sekali untuk diarahkan. Menurut pendapat Hurlock perkembangan emosi pada anak ini mencolok pada usia sekitar 2,5 th sampai 3,5 th dan 5,5 th sampai 6,5 th. Ada bebrapa ciri-ciri utama reaksi emosi pada anak, diantaranya sebagai berikut:
• Emosi pada anak yang sangat kuat.
Seorang anak dapat bereaksi dengan intensitas yang sama, baik terhadap situasi yang kecil maupun situasi yang serius. Misalnya makin bertambahnya usia seorang anak dan semakin bertambah matangnya emosi anak maka anak tersebut akan semakin terampil dalam memilih keterlibatan emosionalnya.
• Emosi pada anak sering berubah-ubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya.
Biasanya emosi pada anak bersifat sementara. Misalnya peralihan yang amat cepat pada anak kecil dari yang asalnya tertawa kemudian menangis atau dari yang asalnya marah kemudian berubah menjadi tersenyum.
emosi anak
• Emosi anak dapat diketahui melalui gejala perilaku.
Seorang anak mungkin tidak akan secara langsung memperlihatkan reaksi emosi mereka, akan tetapi mereka memperlihatkannya secara tidak langsung melalui melamun, menangis, gelisah, mengisap jempol, tingkah yang gugup, kesukaran berbicara dan lain-lain
• Emosi pada anak seringkali tampak.
Seorang anak dapat dengan sering memperlihatkan emosi yang meningkat dan mereka akan menjumpai bahwa ledakan emosional mereka seringkali mengakibatkan hukuman, sehingga anak dapat belajar untuk menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi yang dapat membangkitkan emosi.
Anak-anak dapat mengkomunikasikan emosi melalui verbal, bahasa tubuh dan melalui gerakan-gerakan. Bahasa tubuh seorang anak perlu kita cermati karena bersifat spontan dan kadang seringkali dilakukan tanpa sadar.
- See more at: http://kesehatangizianak.com/perkembangan-emosi-anak/#sthash.HeIvbdIJ.dpuf
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar