Senin, 28 April 2014
Pengaruh Televisi terhadap Perkembangan Anak
Pada masa kini pengaruh televisi terhadap perkembangan anak sangatlah besar. Untuk orang dewasa, apa yang ditampilkan oleh televisi itu bukanlah sebuah masalah besar karena mereka sudah mampu memilih mana yang baik dan mana yang tidak baik apa yang ditayangkan di layar televisi. Tetapi bagaimana dengan anak-anak? segala kepolosan yang dimilikinya belum tentu mereka mampu menginterpretasikan apa yang mereka saksikan di layar televisi dengan tepat dan benar.
Sebagai orang tentunya hal ini sudah menjadi tanggung jawab untuk selalu mendampingi anak-anak dalam menonton televisi, tujuannya untuk memberikan pengertian dan penjelasan atas apa yang tidak dimengerti oleh anak-anak dan memberikan penjelasan kenapa suatu tindak kekerasan bisa terjadi serta apa akibat dari semua itu.
Orang tua juga harus jeli dalam melihat program-program acara televisi yang ditonton oleh anak. Cocok dengan usianya atau tidak? bersifat mendidik atau justru malah merusak moral si anak? sebagai orang tua mungkin tidak akan kesulitan untuk langsung melarang seorang anak untuk menonton film-film dewasa yang mengandung unsur seks dan kekerasan secara vulgar, di karenakan dengan memandang sepintas saja sudah jelas diketahui bahwa acara tersebut tidak cocok untuk anak. Namun pernahkah orangtua mengamati film-film kartun yang kelihatannya memang sudah layak menjadi konsumsi anak-anak? Lalu pernahkah orang tua peduli bahwa berbagai tayangan film kartun Jepang yang mempertontonkan heroisme, contohnya seperti film seri Kenji dan sebagainya telah menyebabkan seorang anak menjadi seorang yang agresif? Kemudian juga dengan tayangan film-film kartun yang penuh romantisme seperti Sailor Moon? bagaimana pula dengan film-film yang lain? ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa tingkat pornografi pada film kartun anak-anak itu cukup tinggi, diantara film-film kartun anak di Asia, untuk film kartun produksi Jepang menempati posisi paling tinggi dalam penayangan unsur pornografi. contohnya, Film Seri Crayon Sinchan yang sekarang begitu di gemari di negara kita (indonesia), ternyata di Jepang sendiri film tersebut tidak diperuntukkan untuk konsumsi anak-anak melainkan untuk konsumsi orang dewasa yang ingin kembali ke masa kanak-kanak. Sebagai akibatnya saat ini muncul perdebatan yang cukup seru dalam membahas masalah film seri Crayon Sinchan ini. Ada sebuah tulisan di Jawa Pos yang mengetengahkan keprihatinan terhadap film tersebut mengatakan bahwa sosok Sinchan itu tidak cocok untuk menjadi teladan bagi anak-anak. Tokoh Sinchan sering bertindak kurang ajar dan kekurang ajarannya itu sering mengarah ke masalah seks. Contohnya Sinchan sering bermimpi tentang perempuan-perempuan dengan bikini dan ia pun senang sekali menyingkapkan rok ibunya.
Pengaruh Televisi terhadap perkembangan anak
Dikatakan oleh Joseph T. Klapper bahwa media bukanlah penyebab perubahan satu-satunya melainkan ada faktor-faktor lain yang menengahi (mediating factors). tetapi bagaimanapun juga, apabila mengacu pada teori efek media maka terdapat teori Belajar dimana seseorang itu belajar melakukan sesuatu dari media. anak bisa dengan fasihnya menirukan ucapan atau lagu-lagu yang di dengarnya di TV. Mereka juga dengan segala kepolosan dan keluguannya sering pula menirukan segala gerak dan tingkah laku tokoh idolanya di TV. Dengan demikian tidaklah mustahil jika anak-anak pun akan menirukan kenakalan Sinchan dengan segala kekurang ajarannya. Dan ini menjadi langkah pembenar setiap anak-anak berbuat sesuatu yang bisa jadi melanggar norma umum yang ada di tengah masyarakat.
Bagaimanapun juga kehadiran televisi merupakan sebuah kebutuhan, bukan sekadar sebagai sarana untuk memudahkan kita mengakses setiap informasi tapi juga berperan sebagai sarana penghibur yang mudah untuk kita dapatkan. Namun, tetap saja efek negatif selalu ada dan ini perlu untuk diantisipasi secara serius.
- See more at: http://kesehatangizianak.com/pengaruh-televisi-terhadap-perkembangan-anak/#sthash.Pk6dFtEv.dpuf
Perkembangan anak usia 1 tahun (Part II)
Memerhatikan perkembangan anak usia 1 tahun merupakan hal yang wajib dilakukan semua orang tua. Pada fase ini anak mulai menunjukan adanya indikasi untuk berinteraksi. itu dilakukan oleh sang anak guna mendapatkan perhatian.
Tetapi, hal yang harus diperhatikan tidak boleh hanya perkembangan fisik sang bayi saja, melainkan perkembangan mentalnya juga. Untuk tumbuh kembang fisik sang buah hati dapat maksimal, oleh karena itu berilah asupan gizi yang diperlukan di usia mereka.
Vitamin dan mineral adalah asupan yang mereka butuhkan di usia ini. Dua nutrisi penting tersebut harus terpenuhi agar bisa membuat mereka beraktivitas dengan performa yang baik.
Sepenuh Hati
Jika ibu ingin merawat bayi dengan baik pada usianya yang sudah menginjak 1 tahun, seorang ibu juga harus memperhatikan perkembangan mentalnya. Pada usia ini, bayi mungkin akan sering membuntuti Ibunya. Ini merupakan hal yang wajar dilakukan karena terkadang anak digendong atau dirawat hanya oleh ibunya.
Sebagian orang menganggap bahwa bayi yang melakukan hal ini disebut sebagai bayi yang suka menempel atau mengekor pada ibunya. Seorang ibu bisa memanfaatkan waktu luang untuk bermain dengan mereka di periode ini. Yang harus di pastikan ibu memberikan kasih sayangnya secara menyeluruh.
Banyak orang tua yang membagi kasih sayangnya pada anaknya dengan hal yang berbeda, misalnya lebih mementingkan pekerjaannya dan juga hal-hal lainnya. Akibatnya tumbuh kembang mental anak akan menjadi tidak tertata dengan baik.
Hasilnya, jika sudah menginjak usia lebih dari 1 tahun, buah hati akan menjadi rewel dan susah untuk diatur. Lalu mengapa hal ini bisa terjadi? ini dikarenakan metode yang dilakukan orang tua pada saat merawat bayinya di usia 1 tahun ternyata salah.
Mereka tidak merawat anaknya dengan sepenuh hati sehingga sang anak pun menjadi manja dan haus akan kasih sayang saat sang buah hati sudah beranjak besar. Jangan sampai Ibu merasa bersalah di kemudian hari.
perkembangan anak usia 1 tahun
Jalin Hubungan Emosional
Memberikan cerita-cerita yang menarik pada sang buah hati atau melantunkan lagu-lagu yang indah untuk bayi pada saat dia hendak tidur akan membuat hubungan emosional bayi dan ibu menjadi lebih erat.
Di usia ini juga bayi akan mulai untuk melakukan interaksi dengan berbicara. Namun tentunya ucapan yang mereka lantunkan tidaklah begitu jelas, tetapi ibu maksimalkan dengan mengajarkan cara mengucap dengan baik dan benar pada sang anak.
- See more at: http://kesehatangizianak.com/perkembangan-anak-usia-1-tahun-part-ii/#sthash.2v6PWEAp.dpuf
Mengenal manfaat dan tujuan program kesehatan ibu dan anak
Program kesehatan ibu dan anak yang sering disebut sebagai program KIA, adalah suatu program untuk mengupayakan sebuah layanan kesehatan yang di tujukan untuk ibu dan anak, khususnya dalam menjaga dan memelihara kesehatan ibu hamil, bersalin dan menyusui serta kesehatan bayi dan anak prasekolah.
Pada prinsipnya pengelolaan Program KIA adalah meningkatan jangkauan serta mutu pelayanan KIA secara efektif & efisien. Pelayanan KIA diutamakan pada kegiatan pokok Peningkatan pelayanan antenatal di semua fasilitas pelayanan dengan mutu yang baik serta jangkauan yang setinggi-tingginya. Selain itu program ini juga meningkatan pertolongan persalinan yang lebih ditujukan kepada peningkatan pertolongan oleh tenaga professional secara berangsur. Kemudian meningkatan deteksi dini resiko tinggi ibu hamil baik oleh tenaga kesehatan maupun di masyarakat oleh kader dan dukun bayi serta penanganan dan pengamatannya secara terus menerus. yang terakhir meningkatan pelayanan neonatal (bayi berumur kurang dari 1bulan) dengan mutu yang baik dan jangkauan yang setinggi tingginya.
Tujuan dari pelaksanaan program kesehatan ibu dan anak ini adalah untuk mencapai kehidupan masyarakat yang sehat melalui peningkatan kualitas kesehatan keluarga, khususnya untuk ibu dan anak dalam rangka mencapai Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera atau yang biasa kita sebut NKKBS. tujuan lain dari program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) adalah untuk meningkatkan kemandirian keluarga dalam memelihara kesehatan ibu dan anak. Dalam sebuah keluarga, ibu dan anak merupakan suatu kelompok yang paling rentan dan peka terhadap berbagai masalah kesehatan, contohnya seperti: kejadian kesakitan dan gangguan gizi , yang seringkali berakhir dengan kecacatan atau kematian.
program kesehatan ibu dan anak
Berikut manfaat dan tujuan dilaksanakannya program kesehatan ibu dan anak :
Meningkatkan pengetahuan serta kemampuan ibu dalam menjaga dan mengatasi masalah kesehatan diri dan keluarganya dengan menggunakan teknologi yang tepat
Meningkatkan pengetahuan serta kemampuan Ibu dalam membina balita dan anak prasekolah dalam lingkungan keluarga, mencakup pembinaan, kesehatan ,pertumbuhan dan gizi.
Meningkatakan jangkauan dan kualitas mutu pelayanan kesehatan bagi bayi, anak balita dan prasekolah, ibu hamil, bersalin, nifas, dan menyusui.
Terjadi peningkatan kemampuan dan peran serta masyarakat , keluarga dan seluruh anggotanya dalam mengatasi berbagai masalah berkenaan dengan kesehatan ibu, anak dan prasekolah.
Demikian beberapa manfaat dan tujuan program kesehatan ibu dan anak, semoga bermanfaat. Terima kasih.
- See more at: http://kesehatangizianak.com/mengenal-manfaat-dan-tujuan-program-kesehatan-ibu-dan-anak/#sthash.lE21Aec0.dpuf
Sabtu, 26 April 2014
Ciri bayi sehat dan cerdas
Mempunyai seorang bayi yang sehat dan cerdas merupakan impian setiap orang tua. Seorang bayi yang memiliki kesehatan yang baik dan memiliki kelebihan berupa kecerdasan akan memberi kebahagiaan kepada orang tua yang telah merawat mereka sejak mereka terlahir ke dunia ini. Semua orang tua akan senantiasa ingin tahu mengenai perubahan bayi terutama pada kesehatan bayi yang lebih sering berubah-ubah pada waktu yang tidak terduga. Para orang tua harus selalu waspada karena kekebalan badan yang belum stabil dapat membuat bayi rawan untuk diserang penyakit, terutama masalah demam dan flu. Meskipun penyakit itu bukan penyakit yang dibilang serius, akan tetapi bagi seorang bayi itu merupakan penyakit yang sedikit serius dan dapat membuat mereka menjadi stres.
Pada umumnya apabila seorang bayi sudah mulai stres dengan kondisinya maka mereka akan mudah menangis dan menjadi sangat rewel. Oleh sebab itu, agar bayi tidak mengalami hal seperti itu maka orang tua harus mengetahui bila bayi mereka sedang sakit atau tidak, sehingga dapat diambil tindakan yang benar bila bayi anda sedang sakit. Ada beberapa ciri-ciri bayi yang sehat dan cerdas yang harus anda ketahui.
1. Bayi sehat memiliki ciri-ciri :
Bayi akan selalu ceria
Bayi akan terlihat semangat
Bayi tidak sering menangis
Bayi sering tersenyum
Apabila bayi poop, maka poopnya tidak berbau menyengat
Pencernaan bayi lancar
Ketika buang air kecil, maka buang air kecilnya normal
Suhu tubuh bayi stabil
bayi cerdas
2. Bayi cerdas memiliki ciri-ciri :
Bayi akan mulai manja dengan sang ibu
Bayi akan memakai isyarat seperti menangis apabila sedang menginginkan sesuatu
Bayi akan mulai belajar berbicara
Bayi akan mulai menangis bila dekat dengan orang yang tidak disukainya
Akan mulai mengikuti bicara saat melihat orang tuanya berbicara
Itulah beberapa ciri-ciri bayi yang sehat dan cerdas, supaya anak anda menjadi sehat dan cerdas, maka anda harus memenuhi keperluan bayi anda seperi memberikan ASI eksklusif karena ASI memiliki kandungan nutrisi yang diperlukan oleh bayi anda.
- See more at: http://kesehatangizianak.com/ciri-bayi-sehat-dan-cerdas/#sthash.1RUZJQVH.dpuf
Tugas perkembangan anak
Tugas perkembangan merupakan beberapa rangkaian tugas yang harus dilaksanakan oleh setiap individu karena setiap individu pasti akan mengalami suatu perkembangan. Perkembangan tersebut dapat berupa perkembangan yang cepat maupun perkembangan yang lambat, maka secara tidak langsung tugas tersebut dapat menunjukkan individu tersebut dapat berkembang atau tidak. Tugas perkembangan berasal dari beberapa jenis sumber diantaranya dari pertumbuhan fisik, kematangan kepribadian dan tuntutan masyarakat. Tugas perkembangan anak terdiri dari beberapa tahapan diantaranya sebagai berikut:
1. Pada masa bayi dan anak-anak awal tugas pekembangannya sebagai berikut:
o Anak belajar berjalan
o Anak belajar makan makanan padat.
o Anak belajar berbicara
o Anak belajar mengenal perbedaan jenis kelamin.
o Anak belajar mengenai hubungan emosional dengan orang tua dan semua orang yang ada dilingkungan sekitar
2. Pada anak sekolah maka tugas perkembangannya sebagai berikut:
o Anak belajar mendapat keterampilan fisik untuk melakukan permainan.
o Anak belajar membentuk sikap yang sehat terhadap dirinya sendiri sebagai makhluk yang biologis
o Anak mulai belajar bergaul dengan teman sebaya.
o Anak belajar memainkan peranan sesuai dengan jenis kelamin mereka
o Anak belajar keterampilan dasar dalam membaca, menulis dan berhitung.
o Anak belajar mengembangkan konsep-konsep sehari-hari
o Anak belajar memperoleh kebebasan yang bersifat pribadi bagi mereka.
o Anak mengembangkan sikap yang positif terhadap kelompok sosial.
Tugas Perkembangan anak1
3. Pada masa remaja maka tugas perkembangan anak adalah sebagai berikut:
o Anak dapat mencapai hubungan yang lebih matang dengan teman sebaya.
o Anak dapat mencapai peran sosial sebagai pria dan wanita.
o Anak mulai dapat menerima keadaan fisik dan menggunakannya secara efektif.
o Anak mulai mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya.
o Anak mulai dapat mencapai jaminan kemandirian ekonomi.
o Anak mulai dapat memilih dan mempersiapkan karier.
o Anak mulai dapat mempersiapkan pernikahan dan hidup berkeluarga.
o Anak mulai dapat mengembangkan keterampilan intelektual dan konsep-konsep yang diperlukan bagi warga negara.
o Anak sudah dapat mencapai perilaku yang bertanggung jawab secara sosial.
o Anak memperoleh seperangkat nilai sistem etika sebagai petunjuk atau pembimbing dalam berperilaku.
4. Pada masa dewasa awal maka tugas perkembangannya sebagai berikut:
o Sudah dapat memulai untuk memilih pasangan sendiri sesuai dengan keinginannya.
o Sudah mulai belajar hidup dengan pasangan.
o Sudah dapat memulai hidup dengan pasangan.
o Mulai dapat memelihara anak atau keturunannya.
o Sudah dapat memulai mengelola rumah tangga.
o Dapat mengambil tanggung jawab sebagai warga negara.
- See more at: http://kesehatangizianak.com/tugas-perkembangan-anak/#sthash.kl1XQYbf.dpuf
Beberapa Karakteristik Perkembangan pada Anak Usia Dini
anak usia dini
Seorang anak yang berusia sekitar 0 sampai 8 tahun merupakan individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Anak pada usia dini dapat dikatakan sebagai usia emas (golden age) karena pada usia ini sangat berharga dibanding usia-usia yang selanjutnya. Pada usia tersebut merupakan fase kehidupan yang sangat unik. Karakteristik perkembangan anak usia dini berdasarkan usia diantaranya sebagai berikut:
1. Anak usia 0 sampai 1 tahun
Ada beberapa karakteristik anak pada masa bayi diantaranya misalnya anak dapat mempelajari beberapa keterampilan motorik (berguling, merangkak, duduk, berdiri, berjalan) , anak dapat mempelajari keterampilan menggunakan panca indera (melihat, mengamati, meraba, mendengar, mencium, mengecap) , dan anak dapat mempelajari kemampuan sosial.
2. Anak usia 2 sampai 3 tahun
ada beberapa karakteristik khusus yang dimiliki oleh anak pada usia ini diantaranya misalnya :
Anak akan sangat aktif mengeksplorasi benda yang ada di lingkungan sekitarnya. Anak pada usia ini memiliki kekuatan observasi yang sangat tajam dan mempunyai keinginan belajar yang luar biasa.
Anak akan mulai mengembangkan kemampuan berbahasa. Pada awalnya anak akan mulai berceloteh, tetapi belum jelas maknanya. Mereka akan terus belajar dan berkomunikasi, memahami pembicaraan orang lain kemudian anak dapat mengungkapkan isi hati dan pikiran mereka.
Anak akan mulai belajar mengembangkan emosi. Dalam perkembangan emosi anak akan didasarkan pada bagaimana lingkungan memperlakukan dia, karena emosi tidak ditemukan oleh bawaan akan tetapi lebih banyak pada lingkungan sekitar.
usia dini
3. Anak usia 4 sampai 6 tahun. Pada anak-anak usia sekitar 4-6 tahun karakteristik perkembangannya sebagai berikut:
Anak akan sangat aktif untuk melakukan berbagai kegiatan
Anak akan memiliki kemampuan untuk memahami pembicaraan orang lain dan dapat mengungkapkan pikirannya.
Anak akan memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap lingkungannya, mislanya menanyakan segala sesuatu yang dilihatnya.
Permainan anak pada usia ini masih bersifat individu (bukan permainan sosial). Walaupun kenyataannya aktifitas bermain mereka dilakukan secara bersama-sama.
4. Anak usia 7 sampai 8 tahun
Ada beberapa karakteristik perkembangan anak pada usia ini misalnya:
Anak cenderung untuk selalu bermain di luar rumah bergaul dengan teman sebaya.
Pada usia ini anak akan mulai menyukai permainan sosial. Misalnya permainan yang melibatkan banyak orang dengan saling berinteraksi
Pada usia ini perkembangan emosi anak sudah mulai terbentuk dan tampak sebagai kepribadian anak.
- See more at: http://kesehatangizianak.com/beberapa-karakteristik-perkembangan-pada-anak-usia-dini/#sthash.1jIKr1Kw.dpuf
Faktor penyebab Gizi buruk pada balita
Walaupun pertumbuhan ekonomi di Indonesia dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan, tetapi kenyataan masalah gizi buruk masih menjadi perbincangan yang selalu mengintai jutaan anak di Indonesia. Gizi buruk pada balita dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor seperti berikut:
Faktor yang pertama yaitu mengenai pengadaan bebrapa makanan yang kurang mencukupi pada suatu wilayah tertentu. Penyebabnya bisa dikarenakan oleh kurangnya potensi alam ataupun kesalahan ketika mendistribusikan makanan tersebut.
Faktor yang kedua yaitu mengenai segi kesehatan sendiri, mislanya seseorang menderita penyakit kronis terutama masalah gangguan pada sistem metabolisme/penyerapan makanan. Menurut mantan Menteri Kesehatan yaitu Dr. Siti Fadilah mengatakan bahwa ada 3 hal yang saling berkaitan terutama dalam hal gizi buruk diantaranya mengenai kemiskinan, kesempatan kerja rendah dan pendidikan yang rendah. Maka hal tersebut mengakibatkan kurangnya ketersediaa pangan di rumah tangga dan beberapa pola asuh anak yang sering keliru. Dan berakibat pada kurangnya asupan gizi pada balita dan balita tersebut akan mudah sekali terkena berbagai macam penyakit. Ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan gizi buruk pada balita diantaranya sebagai berikut:
Penyebab secara langsung misalnya makanan yang tidak seimbang untuk anak dan berbagai penyakit yang sering diderita oleh seorang anak. Seorang anak yang mendapatkan makanan yang cukup tetapi dapat terserang penyakit seperti nafsu makan berkurang, diare pada akhirnya dapat menderita gizi buruk.
Penyebab secara tidak langsung
Ketahanan pangan di dalam keluarga yaitu kemampuan keluarga untuk dapat memenuhi kebutuhan makan seluruh anggota keluarga.
Dalam pola pengasuhan anak. Misalnya dapat berupa perilaku sang ibu ataupun pengasuhnya dalam hal merawat, memberikan kasih saying, memberikan makan ataupun dalam hal kebersihan. Pada dasarnya semua itu berhubungan dengan kesehatan ibu baik secara fisik maupun mental, pendidikan, pengetahuan, status gizi, pekerjaan, adat kebiasaan dari ibu dan pengasuhnya.
Gizi_buruk_1
Dalam menangani masalah gizi buruk maka langkah-langkah yang dapat dilakukan misalnya pemberian ASI eksklusif, pemberian vitamin A, pemberian makanan tambahan, dan pemberian makanan pengganti ASI,
- See more at: http://kesehatangizianak.com/faktor-penyebab-gizi-buruk-pada-balita/#sthash.v3tPxagA.dpuf
Cara mengatasi balita yang susah makan
Sebagai seorang ibu tentunya banyak sekali permasalahan yang muncul apalagi yang berhubungan dengan anak terutama masalah sulitnya anak untuk makan. Jika anak di atas usia 1 tahun maka anak sudah mulai membantah dan mempunyai selera pada rasa-rasa tertentu dan anak akan senang jika makan pada keadaan tertentu. Tetapi pada saat anak anda berusia 1 sampai 3 tahun maka anak akan belajar mengenai pola makan, sehingga anak sudah dapat aktif bergerak dan pola makannya tidak harus di suatu tempat atau pada waktu tertentu. Ketika seorang anak susah makan maka sebagian orang tua akan mengalami kerumitan tersendiri. Ada berbagai cara yang dapat diusahakan agar nutrisi dari makanan tetap dapat diserap dan anak akan tumbuh menjadi sehat. Berikut ini ada beberapa cara mengatasi balita yang susah makan yang dapat anda lakukan diantaranya:
anak susah makan
Luangkan sedikit waktu anda hanya untuk sekedar menyuapi buah hati, walaupun anda sedang sibuk bekerja, karena sebenarnya anak-anak sangat mengerti bila ibu atau bapaknya bekerja.
Anda harus membuat suasana hatinya tenang dan nyaman. Setidaknya berikanlah kepuasan psikis kepada anak yang sesuai dengan usianya dan buatlah agar suasana hatinya menjadi senang, misalnya ajak anak makan di taman.
Anda dapat memvariasikan menu makan anak. Jika anak tidak ingin makan mungkin karena mereka bosan dengan menu makanannya. Buatlah menu makan anak minimal selama sepekan untuk mempermudah mengatur variasi makannya.
Anda jangan pernah mencampuradukkan makanan. Sebisa mungkin pisahkanlah nasi dengan lauk-pauknya. Kemudian hias dengan aneka warna dan bentuk. Cetak makanan dengan cetakan kue yang lucu.akan tetapi jangan beri camilan padat kalori jelang jam makan, karena hal itu dapat mengakibatkan anak tidak merasa lapar. Misalnya seperti memberi anak minuman ringan, permen, cokelat, ataupun camilan yang mengandung MSG. hal tersebut dapat mengakibatkan ketika jam makan tiba, anak sudah mulai kekenyangan.
Beberapa cara diatas mungkin dapat anda coba untuk mengatasi anak yang susah makan. Karena pada dasarnya andalah yang sangat berperan penting dalam tumbuh kembangnya seorang anak
- See more at: http://kesehatangizianak.com/cara-mengatasi-balita-yang-susah-makan/#sthash.iJKZvsMB.dpuf
Perkembangan otak anak
perkembangan-otak-anak
Pada saat seorang anak berusia tiga sampai dengan sembilan tahun, maka otak seorang anak dapat menggunakan lebih banyak energi dibandingkan kurun waktu lain dalam hidupnya. Pada saat seperti inilah perkembangan otak anak dapat terjadi. Seorang anak yang berusia tiga tahun akan terbentuk milyaran sel yang disebut dengan neuron. Sel tersebut dapat mengirim dan menerima informasi. Dalam tugasnya lima tahun kedepan adalah mengelola neuron ini menjadi jaringan sambungan berkecepatan tinggi yang dapat mengontrol emosi., gerakan dan pikiran.
Beberapa pakar mendeskripsikan bahwa otak anak seperti sebuah plastik, maksudnya otak anak sangat elastis dalam perubahan dan pengalaman itu secara fisik dapat mengarahkan atau mengubah perkembangan sambungan sel antara bagian otak yang berbeda. Sambungan sel yang paling sering digunakan seperti yang membuat seorang anak berjalan dan berbicara. Sementara itu, perubahan fisik lain yang terjadi sehingga pesan-pesan dalam otak yang dikirimkan makin cepat sampai dan lebih efisien.
otak anak
Saat seorang anak berusia dua sampai tiga tahun, secara tidak langsung ada suatu peningkatan aktivitas pada dua area utama otak yang dapat memproses bahasa. Hal tersebut telah terbukti dari peningkatan kosa kata anak pra sekolah yaitu mulai dari 900 kata sampai dengan 2500 kata sebelum mencapai usia lima tahun. Pada saat yang bersamaan, sambungan sel-sel saraf yang tidak digunakan maka akan mati dalam proses yang dikenal sebagai pruning. Pruning merupakan suatu prose salami dan perlu. Pada awalnya otak manusia memilki jauh lebih banyak sambungan dari yang dibutuhkan seorang anak atau orang dewasa. misalnya yang berkaitan dengan kemampuan melafalkan bunyi semua bahasa di dunia. Akan tetapi jangan beranggapan bahwa ekstra sambungan saraf berarti makin tingginya kecerdasan. Apabila sambungan saraf yang tidak terpakai dibuang maka otak pun tidak akan berfungsi dengan baik.
Setiap anak akan dapat mengembangkan keunikan otaknya masing-masing. Misalnya semua jenis keterampilan seperti bermain musik ataupun olah raga ditambah dengan setiap pikiran, pengalaman dna perasaan akan dapat berinteraksi dengan genetis yang dimilki dan menciptakan jaringan otak tersendiri.
- See more at: http://kesehatangizianak.com/perkembangan-otak-anak/#sthash.UqhyMSQR.dpuf
Selasa, 22 April 2014
Faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa pada anak
Komunikasi pada seorang anak atau dengan kata lain perkembangan bahasa pada anak merupakan salah satu aspek dari beberapa tahapan perkembangan anak yang seharusnya menjadi perhatian orang tua. Dalam perkembangan bahasa pada seorang dapat terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhinya, diantaranya faktor-faktor berikut: - See more at: http://kesehatangizianak.com/faktor-yang-mempengaruhi-perkembangan-bahasa-pada-anak/#sthash.rAItAeSX.dpuf
Memahami Perkembangan Bahasa Pada Anak
Beberapa aspek dari tahapan perkembangan anak yang seharusnya tidak pernah luput dari perhatian kedua orang tua yaitu salah satunya tentang komunikasi pada anak atau perkembangan bahasa anak. Bahasa merupakan suatu bentuk komunikasi dimana pikiran dan perasaan seseorang dapat disimbolisasikan agar dengan mudah dapat menyampaikan arti kepada orang lain. Maka dari itu, perkembangan bahasa pada anak dapat dimulai dari tangisan yang pertama sampai anak tersebut mampu bertutur kata. Di dalam perkembangan bahasa dapat terbagi ke dalam beberapa periode misalnya pada periode masa bayi, masa kanak – kanak awal, periode pertengahan dan akhir masa anak – anak, serta pada periode masa remaja. Ada beberapa tahapan umum dalam perkembangan bahasa pada anak diantaranya sebagai berikut: - See more at: http://kesehatangizianak.com/memahami-perkembangan-bahasa-pada-anak/#sthash.1tMNRjjN.dpuf
Sabtu, 19 April 2014
Perkembangan Emosi Anak
Di dalam kehidupan sehari-hari sering kali kita melakukan perbuatan yang disertai oleh perasaan-perasaan tertentu misalnya seperti perasaan senang maupun perasaan tidak senang. Perasaan seperti itu disebut dengan emosi. Perasaan dan emosi adalah suatu gejala emosianal yang secara kualitatif berkelanjutan tetapi tidak pernah jelas batasannya. Dalam perkembangan peserta didik suatu emosi dapat diartikan sebagai pengalaman afektif yang disertai penyesuaian dari dalam diri individu tentang keadaan mental maupun fisik dan berwujud pada tingkah laku yang terlihat.
Perkembangan emosi anak merupakan fase dimana saat ketidakseimbangan dimana anak mudah terbawa ledakan-ledakan emosional sehingga sulit sekali untuk diarahkan. Menurut pendapat Hurlock perkembangan emosi pada anak ini mencolok pada usia sekitar 2,5 th sampai 3,5 th dan 5,5 th sampai 6,5 th. Ada bebrapa ciri-ciri utama reaksi emosi pada anak, diantaranya sebagai berikut:
• Emosi pada anak yang sangat kuat.
Seorang anak dapat bereaksi dengan intensitas yang sama, baik terhadap situasi yang kecil maupun situasi yang serius. Misalnya makin bertambahnya usia seorang anak dan semakin bertambah matangnya emosi anak maka anak tersebut akan semakin terampil dalam memilih keterlibatan emosionalnya.
• Emosi pada anak sering berubah-ubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya.
Biasanya emosi pada anak bersifat sementara. Misalnya peralihan yang amat cepat pada anak kecil dari yang asalnya tertawa kemudian menangis atau dari yang asalnya marah kemudian berubah menjadi tersenyum.
emosi anak
• Emosi anak dapat diketahui melalui gejala perilaku.
Seorang anak mungkin tidak akan secara langsung memperlihatkan reaksi emosi mereka, akan tetapi mereka memperlihatkannya secara tidak langsung melalui melamun, menangis, gelisah, mengisap jempol, tingkah yang gugup, kesukaran berbicara dan lain-lain
• Emosi pada anak seringkali tampak.
Seorang anak dapat dengan sering memperlihatkan emosi yang meningkat dan mereka akan menjumpai bahwa ledakan emosional mereka seringkali mengakibatkan hukuman, sehingga anak dapat belajar untuk menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi yang dapat membangkitkan emosi.
Anak-anak dapat mengkomunikasikan emosi melalui verbal, bahasa tubuh dan melalui gerakan-gerakan. Bahasa tubuh seorang anak perlu kita cermati karena bersifat spontan dan kadang seringkali dilakukan tanpa sadar.
- See more at: http://kesehatangizianak.com/perkembangan-emosi-anak/#sthash.HeIvbdIJ.dpuf
Jumat, 18 April 2014
Kamis, 17 April 2014
Sabtu, 12 April 2014
Rabu, 09 April 2014
Langganan:
Komentar (Atom)